Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Juni 2012

Terpaksa aku menikahinya

Hari berikutnya aku mencoba mendatangi sebuah tempat yang dulu biasa aku jadikan tempat nongkrong bersama teman-temanku. Dan kebetulan aku bertemu dengan Dila mantan pacarku, Andra dan Tomi teman karibku waktu SMA.

kisah klasik

Hari itu nampak cerah sekali. Mungkin alam pun merasakan betapa bahagianya aku yang sebentar lagi akan berkumpul dengan keluarga yang sekian lama berpisah karena aku melanjutkan kuliah di negeri orang. Terhitung sejak kelulusan SMA aku memutuskan untuk melanjutkan kuliah jurusan Teknologi Informatika di negeri Paman Sam Amerika Serikat. Kini setelah gelar S2 telah aku sandang, aku putuskan untuk pulang ke Indonesia.

Senin, 23 April 2012

TERNYATA AKU CANTIK


Hari ini tepat 10 tahun sudah peristiwa itu terjadi. Peristiwa yang  merenggut sebagian kepercayaan diri dan kebahagianku. Ya, ingatan akan peristiwa kebakaran itu masih selalu mengikutiku. Terlebih, luka bakar yang membekas di pipi kananku ini tak dapat di perbaiki meskipun dengan jalan operasi.

Sabtu, 04 Juni 2011

Tuhan, bolehkah Aku menyalahkan-Mu ??

Tuk.. tuk.. tuk..
Ketukan palu hakim itu masih sajah terngiang ditelingaku. Benar sajah, mulai saat ini aku tak mempunyai seorang ayah. Ketukan palu hakim itu memisahkan aku dengan ayah dan kk laki-lakiku.Yaa, orangtua bercerai bahkan disaat aku baru berusia 3 tahun yang seharusnya mendapatkan kasih sayang yang berlimpah dari orangtua yang utuh.

Sejak hari itu aku tinggal bersama ibuku dan pindah ke Surabaya, sedangkan ayah dan kk ku Dimas atau biasa ku panggil ka Didut menetap dikota Depok. Hari itu di pengadilan adalah hari terakhirku bersama dengan kelaurga utuhku. Kini usiaku sudah beranjak 18 tahun dan berkuliah di Universitas Negeri Surabaya.

Sejak 2 tahun lalu ibuku sakit-sakitan dan 3 bulan lalu Allah memanggilnya untuk kembali ke sisi-Nya. Rasanya tak percaya kalau sekarang aku hidup sendiri, aku tidak mempunyai sanak saudara disini. Sepi rasanya tak ada ibu dirumah. Belum sembuh betul lukaku dengan kepergian ibu, sekarang aku bingung harus tinggal dimana karena sejak ibu meninggal aku belum membayar uang kontrakan. Meskipun aku sepulang kuliah kuliah aku bekerja menjadi seorang pelayan di restoran, tetap sajah gajiku tak cukup karena aku juga harus membiayai kuliahku. Akhirnya aku mencari kos-an untuk aku tinggali, tentu sajah dengan harga yang harus sesuai dengan kocekku yang limit. Untung ada sahabatku Intan dan Maya yang mau membantu membayarkan uang kontrakan dan mencariku kos-an murah. Mereka adalah sahabat terbaikku. Aku akan mengganti uang mereka nanti.

Hari-hariku tak seceria dulu saat ibu masih ada. Yaa, jelas sajah karena hanya ibulah satu-satunya orang yang sangat aku sayangi. Hanya ibu yang bekerja keras untuk membiayai kuliahku dan selalu berusaha membahagiakanku dan membelikan semua keperluanku.

Saat ini sudah mulai libur semester akhir. Aku teringat ucapan terakhir ibu saat ku tanyakan tentang ayah. terus terang aku ingin bertemu lagi dengan ayah dan kk ku. Awalnya ibu enggan untuk membahasnya, mungkin karena ibu sudah terlampau sakit hati sehingga dulu pun yang meminta cerai adalah ibuku. Namun setelah ku bujuk akhirnya ibuku mau juga menceritakan semua tentang ayah bahkan sebab kenapa ibu meminta ayah untuk menceraikannya.

Hmm, apa yaa lanjutannya.. haa,, sabar Blogger..
karena sudah malam sebaiknya cerita ini BERSAMBUNG sajah yaa, hee..
biar kalian penasaran dulu, hee...