Rabu, 20 April 2011

MANUSIA DAN KEGELISAHAN



A.     Pengertian Kegelisahan

Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar dan cemas. Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak-gerik seseorang dalam situasi tertentu. Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan.
Sigmund Freud ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada 3 macam kecemasan yang menimpa manusia, yaitu :
a)      Kecemasan Objektif
Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar. Kenyataan yang pernah dialami seseorang misalnya terkejut waktu diketahui dipakaiannya ada kecoa. Kecemasan akibat dari kenyataan yang pernah dialami sangat terasa bilamana pengalaman itu mengancam eksistensi hidupnya.
b)      Kecemasan Neorotis (syaraf)
Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Menurut Sigmund Freud, kecemasan ini dibagi 3 macam, yaitu :
·         Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan
·         Bentuk ketakutan yang tegang dan irasional (phobia)
·         rasa takut lain ialah rasa gugup, gagap, dan sebagainya

c)      Kecemasan Moril
Kecemasan ini disebabkan karena pribadi seseorang. Tiap pribadi memiliki macam-macam emosi antara lain : iri, dengki, dendam, benci, gelisah, marah, cinta dan rasa kurang.

B.     Sebab-sebab Orang Gelisah
Sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik dari luar maupun dari dalam.

C.     Usaha-usaha Mengatasi Kegelisahan
Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama harus dimulai dari diri kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan bersikap tenang lita dapat berpikir tenang, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi.

D.     Keterasingan
Keterasingan berasal dari kata terasing, kata itu adalah kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti tersisihkan dari pergaulan. Yang menyebabkan orang berada dalam keterasingan itu adalah perilakunya yangtidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat.

E.      Kesepian
Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang, tidak berteman. Sebab-sebab terjanya kesepian, misalnya frustasi.

F.      Ketidakpastian
Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Keadaan ketidakpastian itu adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrsi.

G.     Sebab-sebab Terjadi Ketidakpastian
Beberapa sebab orang tak dapat berpikir dengan pasti ialah :
a)      Obsesi merupakan gejala neurosa jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus-menerus, biasanya tentang hal-hal yang tidak menyenangkan
b)      Phobia ialah rasa ketakutan yang tidak terkendali, tidak normal, kepada sesuatu hal atau kejasdian tanpa diketahui sebab-sebabnya
c)      Kompulasi ialah adanya keragu-raguan tentang apa yang telah dikerjakan
d)     Histeria ialah neorosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental
e)      Delusi menunjukkan pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan suatu keyakinan palsu
f)       Halusinasi merupakan khayalan yang terjadi tanpa rangsangan panca indera
g)      Keadaan emosi

H.     Usaha-usaha Penyembuhan Ketidakpastian
Untuk dapat menyemb uhkan keadaan ketidakpastian bergantung kepada mental si penderita. Bila penyebabnya itu jelas, misalnya rindu, obatnya mudah, yaitu dipertemukan dengan orang yang dirindukan. Phobia atau jenis takut bisa dilatih dari sedikit, sehingga tidak takut lagi. Orang takut ular, takut ulat yang berbulu , dapat disembuhkan karena dibiasakan dengan benda-benda tersebut.



MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP



A.Pengertian Pandangan Hidup
Setiap makhluk hidup mempunyai pandangan hidup.pandangan hidup bersifat kodrati.Karena itu itu ia menentukan masa depan seseorang. Dengan demikian pandangan hidup seseorang itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus-menerus.
Pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu yang terdiri dari 3 macam :
a)      Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
b)      Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayan dan nama yang terdapat pada negara tersebut
c)      Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.

B. Cita-cita
Menurut KKBI, yang disebut cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Faktor yang membuat seseorang dapat meraih cita-citanya adalah :
a)      Faktor manusia yang mau mencapai cita-cita yang ditentukan oleh kualitas manusianya.
b)      Faktor kondisi yang mempengaruhi tercapainya cita-cita, pada umumnya dapat disebut yang menguntungkan dan yang menghambat
c)      Faktor tingginya cita-cita yang merupakan faktor ketiga dalam mencapai cita-cita.

C. Kebajikan
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Kebajikan manusia nyata dan dapt dirasakan dalam tingkah lakunya. Karena tingkah laku bersumber pada pandangan hidup, maka setiap orang memiliki tingkah laku sendiri-sendiri, sehingga tingkah laku setiap orang berbeda-beda.
Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap orang ada 3 hal, yaitu :
a)      Faktor pembawaan (heriditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan
b)      Faktor lingkungan (environment) merupakan alam kedua yang terjadinya setelah seseorang anak lahir (masa pembentukan seseorang waktu masih dalam kandungan merupakan alam pertama)
c)      Faktor pengalaman yang khas yang pernah diperoleh, baik pengalaman baik yang bersifat positif maupun pengalaman pahit yang bersifat negatif

D. Usaha atau Perjuangan
Usaha atau perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak atau ilmu maupun dengan tenaga atau jasmani, atau dengan kedua-duanya. Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Dalam agama pun diperintahkan untuk kerja keras. Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan. Karena manusia itu mempunyai rasa kebersamaan dan belas kasihan (cinta kasih) antara sesama manusia, maka ketidakmampuan atau kemampuan terbatas yang menimbulkan perbedaan tingkat kemakmuran itu dapat diatasi secara tolong-menolong, bergotong royong.

E. Keyakinan atau Kepercayaan
Keyakinan atau kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. Menurut Prof. Dr. Harun Nasution, ada 3 aliran filsafat, yaitu :
a)      Aliran Naturalisme : aliran ini berintikan spekulasi, mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak ada Tuhan. Bagi yang percaya Tuhan, Tuhan itulah kekuasaan tertinggi. Sebaliknya apabila manusia tidak mengakui adanya Tuhan, maka natur adalah kekuatan tertinggi, maka keyakinan itu bermula dari kekuatan natur
b)      Aliran Intelektualisme : dasar aliran ini adalah logika atau akal, maka keyakinan manusia itu bermula dari akal
c)      Aliran Gabungan : dasar aliran ini ialah kekuatan gaib dan juga akal, maka akan timbul dua kemungkinan pandangan hidup. 

F. Langkah-langkah Berpandangan Hidup yang Baik
a)  Mengenal, merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap yang pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam hal ini mengenal apa itu pandangan hidup
b)  Mengerti, dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri, karena      dengan mengerti ada kecenderungan mengikuti apa yang terdapat dalam pandangan hidup itu
c)   Menghayati, dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup itu sendiri
d)  Meyakini, dengan meyakini berarti secara langsung ada penerimaan yang ikhlas terhadap pandangan hidup itu
e)   Mengabdi, dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya, dan manfaat itu sendiri bisa terwujud dimasa masih hidup atau sesudah meninggal yaitu dialam akhirat
f)  Mengamankan, merupakan langkah terberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu


MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB



A.     Pengertian Tanggung Jawab
Tanggung jawab menurut KKBI adalah keadaan wajib menggung segala sesuatunya. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab bersifat kodrati artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia. Apabila dikaji, tanggung jawab itu adalah kewajiban atau beban yang harus dipikul atau dipenuhi sebagai akibat dari perbuatan pihak yang berbuat. Tanggung jawab adalah  ciri manusia beradap (berbudaya). Karena manusia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya.

B.     Macam-macam Tanggung jawab
Adapun macam-macam tanggung jawab, yaitu :
a)      Tanggung jawab terhadap diri sendiri : menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi
b)      Tanggung jawab terhadap keluarga : tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga, kesejahteraan, keselamatan, pendidikan dan kehidupan suatu keluarga
c)      Tanggung jawab terhadap masyarakat : pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, maka segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat
d)     Tanggung jawab kepada bangsa atau negara : tiap individu adalah warga negara suatu negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggunga jawab kepada negara
e)      Tanggung jawab kepada Tuhan : manusia mempunyai tanggung jawab secara langsung terhadap Tuhan, sehinggan tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama

C.     Pengabdian dan Pengorbanan
Pengabdian dan pengorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.
a)      Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian pada hakekatnya adalah rasa tanggung jawab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan. hal itu berarti mengabdi kepada keluarga.
Pengabdian kepada agama atau kepada Tuhan terasa menonjolnya seperti yang dilakukan oleh para biarawan dan biarawati. Pada umumnya mereka itu adalah orang-orang yang terjun diladang Tuhan karena kesadaran moralnya dan karena panggilan Tuhan.
Pengabdian kepada negara dan bangsa dan juga menyolok antara lain dilakukan oleh pegawai negeri yang bertugas menjaga mercusuar dipulau yang terpencil. Mereka bersama keluarganya hidup terpencil-terpencil dari masyarakat ramai.
b)      Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih.
Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa pamrih dapat dirasakan bila kita membaca atau mendengarkan kotbah agama.
Perbedaan antara pengertian pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan. Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu yang berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya dan waktu.

Senin, 18 April 2011

MANUSIA DAN KEADILAN



A.     Pengertian Keadilan
Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titika tengah diantara ke dua ujung ekstern yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Keadilan menurut Plato diproyeksikan pada diri manusia sehinggan yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri, dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Lain lagi menurut Socrates yang memproyeksikan keadilan pada pemerintahan, menurutnya keadilan tercipta bilaman warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. Sedangkan menurut Kong Hu Cu, keadilan terjadi apabika anak sebagai anak, bila ayah sebagia ayah, bila raja sebagai raja dan masing-masing manjalankan kewajibannya. Menurut pendapt yang lebih umum, keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban.
B.     Keadilan Sosial
Berbicara tentang keadilan, anda tentu ingat akan dasar negara kita ialah Pancasila. Sila kelima Pancasila, berbunyi : “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Selanjutnya untuk mewujudkan keadilan sosial itu, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yakni :
a)      Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan
b)      Sikap adil terhadap sesama
c)      Sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang membtuhkan
d)     Sikap suka bekerja keras
e)      Sikap menghargai hasila karya orang lain

C.     Berbagai Macam Keadilan

a)      Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapt bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang mambuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya The man behind the gun). Pendapat Plato ini disebut keadilan moral, sedangkan Sunoto menyebutkannya keadilan legal.
b)      Keadilan Distributif
Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksa bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally).

c)      Keadilan Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
D.     Kejujuran 
Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seorang sesuai dengan hati nuraninya apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Barangsiapa yang berkata jujur serta bertindak sesuai dengan kenyataan, artinya orang itu berbuat benar.  Pada hakekatnya jujur atau kejujuran dilandasi oleh kesadaran moral yang tinggi. Kejujuran bersangkut erat dengan masalah nurani. Bertolak ukur hati nurani seseorang dapat ditebak perasaan moral dan susilanya, yaitu perasaan yang dihayati bila harus menentukan pilihan apakah hal itu baik atau buruk.
E.      Kecurangan
Kecurangan atau curang identik dengan ketidak jujuran atu tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya .  Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekeyaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang hebat.
F.      Pemuliahan nama baik
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan nama baik atau tidak baik itu adalah tingkah laku atau perbuatan.
Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai dengan kodrat manusia, yaitu :
a)      manusia menurut sifat dasarnya adalah makhluk moral
b)      ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi manusia untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai pelaku moral tersebut

G.     Pembalasan
Pembalasan ialah suatu reaksi atas pebuatan orang lain. Sebagai contoh, A memberi makanan kepada B. Dilain kesempatan B memberikan minuman kedapa A. Perbuatan tersebut merupakan perbuatan serupa, dan ini merupakan pembalasan. Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa Tuhan mengadakan pembalasan.
Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pada dasarnya, manusia adalah makhluk moral dan makhluk sosial. Oleh karena tiap manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan  hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.