Senin, 18 April 2011

KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN


      PENDEKATAN KESUSASTRAAN

IBD berasal dari bahasa inggris (The Humanities) . Istilah ini berasal dari bahasa latin (Humanus) yang berarti manusiawi, berbudaya dan halus. Jadi, the humanities berkaitan dengan masalah nilai, yaitu nilai kita sebagai homo humanus.

Seni adalah ekspresi yang bersifat normatif sehingga lebih mudah dikomunikasikan. Pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi dalam berkomunikasi yaitu dengan cinta kasih, kebahagiaan, kebebasan, dan lainnya.

Orientasi The Humanities adalah ilmu dengan mempelajari satu atau sebagian dari disiplin ilmu yang tercakup dalam The Humanities, manusia diharapkan dapat menjadi homo humanities yang lebih baik.

B.   ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA

Istilah prosa banyak padanannya, dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan yang dihasilkan dari daya khayal atau imajinasi seseorang.
Dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal 2 jenis Prosa , yaitu :

·         Prosa lama yang meliputi dongeng-dongeng, hikayat, sejarah, epos dan cerita pelipur lara. Dan
·         Prosa baru yang meliputi cerita pendek, raoman/novel, bografi, otobiografi dan kisah.

C.   NILAI-NILAI DALAM PROSA FIKSI

Adapun nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat satra antara lain :

·         Prosa fiksi memberikan kesenangan : pembaca mendapatkan pengalaman seperti seakan-akan mengalami peristiwa yang dikisahkan
·         Prosa fiksi memberikan informasi : dalam novel  pembaca dapat belajar lebih dari sekedar sejarah atau laporan jurnalistik tapi pembaca dapt balajar tentang kehidupan.
·         Prosa fiksi memberikan warisan kultural : sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa
·         Prosa memberikan keseimbangan wawasan : manusia dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan abnyak individu lewat prosa fiksi.

D.   ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI

Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang/unsur dari kebudaya.
Kepuitisan, keartistikan atau keestetikaan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :

·         Figura bahasa seperti gaya hiperbola, personifikasi, perbandingan, alegori dan lainnya
·         kata-kata yang ambiquitas yaitu yang bermakna ganda
·         kata-kata berjiwa yaitu kata yang diberi suasana tertentu
·         kata-kata konotatif
·         pengulangan

adapun alasan yang mendasari penyajian puisi pada IBD adalah :

·       Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia : Puisi sebagai perekam dan penyampai pengalaman dalam bentuk sastra yang disebut juga “Pengalaman Perwakilan”
·       Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual : Dengan membaca puisi manusia dapat diajak untuk menjenguk hati/pikiran manusia lain dan diri sendiri karna lewat puisi sang penyir menunjukkan bagian dalam hati manusia
·       Puisi dan keinsyafan sosial : Puisi memberikan pengetahuan tentang manusia sebagai makhluk sosial. Salah satu nilai kemanusiaan yang banyak terdapat dalam puisi adalah cinta kasih. Secara imaginatif puisi dapat menafsirkan situasi sdasar manusia sosial berupa :
·          Penderitaan atas ketidak adilan
·         Perjuangan untuk kekuasaan
·         Konflik dengan sesama
·         Pemberontakan terhadap hukum Tuhan






Tidak ada komentar:

Posting Komentar