Rabu, 20 April 2011

MANUSIA DAN KEINDAHAN


A.   Keindahan

Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, camtik, elok, molek, dan sebagainya. Keindahan adalah identik dengan kebenaran. keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat ole selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.

a)      Apakah keindahan itu ??

Menurut The Liang Gie dalam bukunya “garis besar stetika”, menurut asal katanya dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dalam kata “Beautiful” dalam bahasa perancis “Beau”, sedang Italia dan spanyol “Bello” berasal dari kata latin “Bellum. Akar aktanya asalah “Bonum” yang artinya kebaikan, kemusian mempunyai bentuk pengecilan menjadi “Bonellum”  dan terakhir diperpendek sehingga ditulis “Bellum”.

b)      Nilai estetika

Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebur nilai estetika. Menurut kamus nilai adalah semata-semata suatu realita psikologi yang dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri. 

c)      Kontemplasi dan ekstansi

Keindahan dapat dinikmati menurut selera seni dan selera biasa. Keindahan yang didasarkan pada selera seni didukung oleh faktor kontemplasi dan ekstansi. Apabila kontemplasi dan ekstansi itu dihubungkan dengan kreativitas, maka kontemplasi itu faktor pendorong untuk menciptakan keindahan, sedangkan ekstansi itu merupakan faktor pendorong untuk merasakan, menikmati keindahan. 

d)     Apa sebab manusia menciptakan keindahan ??

keindahan itu pada dasarnya adalah ilmiah. Alam ciptaan Tuhan, berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. alamiah artinya wajar, tidak berlebihan tidak pula kurang. Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. 

e)      Keindahan menurut pandangan romantik

Menurut Keats, orang yang mempunyai konsep keindahan hanya tertentu jumlahnya. Mereka mempunyai negatif capacity, yaitu kemampuan untuk selalu dalam keadaan ragu-ragu, tidak menentu dan misterius tanpa mengganggu keseimbangan jiwa dan tindakannya hanya pikiran dan hatinya yang selalu diliputi keresahan.

B.   Renungan

Berasal dari kata renung artinya diam-diam memikirkan sesuatu atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung.Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori. Teori-teori itu ialah :

a)      Teori pengungkapan

Dalil dari teori ini ialah bahwa “Art is an expression of human feeling’ (seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia). Tokoh Teori ekspresi yang paling terkenal adalah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris “Aesthetic as science of expresion and generation linguistic”.

b)      Teori Metafisik

teori seni yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan teori seni.

c)      Teori psikologis
Teori metafisis dianggap kurang memuaskan karena terlampau abstrak dan spekulatif, sehingga sebagian ahli estetika dalam abd modern menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. 

C.   Keserasian

Kesrasian berasal dari kata serasi dan dari kata dasar rasi, artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar. dalam pengertian perpaduan misalnya, orang berpakain harus dipadukan warna bagian atas dan bawah atau sesuai dengan warna kulit. 

a)      Teori objektif dan Teori subyektif

Teori objektif didukung oleh Plato, Hegel dan Bocanquat. Teori objektif berpendapat, bahwa keindahan atau ciri-ciri yang mencipta nilai estetik adalah sifat (kualita) yang memang telah melekat pada bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya.

Teori subjektif didukung oleh Henry Home, Earlof Shaffesbury, dan Edmund Burke. Teori subjektif menyatakan, bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan sutau benda itu tidak ada, yanga ada hanya perasaan dalm diri seseorang yang mengamati sesuatu benda.

b)      Teori perimbangan

Teori perimbangan tentang keindahan bangsa Yunani Kuno dulu dipahami pula dalam arti yang lebih terbatas, yakni secara kualitatif yang diungkapkan dengan angka-angka. Keindahan dianggap sebagai kualita dari benda-benda yang disusun (yakni mempunyai bagian-bagian). Hubungan dari bagian-bagian yang menciptakan keindahan dapat dinyatakan sebagai perinbangan atau perbandingan angka-angka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar